Filed under: Cinta Indonesia
Pulang ke rumah kalo udah capek kegiatan di luar rumah.
Pagi-pagi bangun, berangkat kerja, kalo punya kegiatan selain pekerjaan rutin, ya setelah kerja, langsung kumpul2 bareng temen, eh….eh…. .., ga terasa udah malem, oke deh sekarang saatnya pulang ke rumah buat tidur, istirahat, besok kerja lagi.
Biasanya sie, pulang ke rumah bisa lebih cepat kalo pekerjaan selesai lebih awal, trus udah ga ada lagi yang dikerjain di luaran sana.
Apakah rumah juga bisa seperti “ibu”, “mama”, “mami”, “bunda”, dsb ?
Kalau bayi-bayi kita lagi “on”, suka tu main sama “bapak”, “abah”, “papi”, sama tante2, sama om2….. tapi kalo udah “oeeekkkkkk. ….oeeeekkkkkk. …..!!!” langsung deh diserahin ke ibunya, trus si ibu biasanya nge-cek :
kenapa nangis ?
laper ? ya disusu’in… …
pup? ya dibersihin’lah. …
pipis? ya dibersihin juga’lah…
oooo…..ternyata ngantuk….. oke deh….. si “ibu” siap untuk memeluk, dan meninabobokkan. ….
Kira-kira gitu deh…..
Maap kalo ada yang salah, maklum belum pernah jadi “ibu”, cuma sering aja liat teman2 yang sudah jadi “ibu” berperilaku seperti itu.
Damai selalu Indonesia
Surabaya, Juli 2008
Filed under: Love
Biarkan malam ini aku menangis sepuas hati
Aku tak peduli walau seluruh dunia sedang berbahagia,
menyambut Bayi yang lahir
Aku sedih,
Pedih sekali….yang terasa sesaat
Sangat sayang padanya
yang tak pernah aku lihat wajahnya
yang hanya sanggup kubawa selama 8 minggu
Sedih waktu dia pergi
tapi aku bersyukur untuk semua yang telah diberikan kepadaku
Suami yang mencintai aku dan selalu memberikan kekuatan
Keluarga yang mencintai aku
Guru yang selalu ada untukku
Biarlah ini menjadi suatu pelajaran lain dalam hidup
Hanya pasrah dan selalu bersyukurlah untuk semua yang terjadi…..
Sby, 25 Des 2007, 00.30
Filed under: Love
Cintaku lembut……
Begitu lembutkah…?
Hingga nyaris tak berasa…..
Cintaku murni dan serasa misteri….
seberapa murnikah….? dan… begitu misterikah….?
Hingga tak dapat kuterjemahkan lewat kata dan rasa…..
Ada sesuatu di dalam sisi lain diriku
yang menggelora,
yang sangat jelas,
dapat kuungkapkan rasa lewat kata.
Apakah ini yang disebut cinta…..
Bukan hatiku, cinta itu halus bagaikan cinta Tuhan
Yang hampir tak dapat kaurasakan,
karena tertutup oleh pikiranmu yang liar,
yang tak dapat kau kendalikan.
Cinta itu tak berasa,
namun mampu menyejukkan jiwa,
seperti air dan angin yang menghidupkan
Ini semua akan meneguhkanku
Untuk hidup bersamamu
Dalam nama Cinta itu sendiri
Thanks to the Lord
Sby, 23 Maret 2004 - 00.08